Rabu, 16 Januari 2013

TEORI TERBENTUKNYA PERMUKAAN BUMI



TEORI TERBENTUKNYA PERMUKAAN BUMI

Teori Kontraksi oleh Descartes
  • Oleh : Rene Descartes (1696-1650).
  • Bumi semakin menyusut dan mengkerut karena pendinginan.
  • Hal itu kemudian menyebabkan terjadinya gunung-gunung dan lembah-lembah.
  • Teori ini mendapat dukungan para ahli geologi.
Teori Kontraksi/Dua Benua oleh Edward Suess
  • Oleh : Edward Suess (1831-1914) & Frank S. Taylor (1910).
  • Pada mulanya Laurentia (Laurasia) dan Gondwana bergerak secara perlahan ke arah ekuantor sehingga terpecah–pecah membentuk benua-benua seperti sekarang.
  • Amerika Selatan, Afrika, dan Australia dahulu menyatu dengan benua Gondwanaland, sedangkan benua-benua lain menyatu dalam Laurasia.
  • Fenomena yang memperkuat teori ini antaralain persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia dan Antartika di sebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu.
  • Benua Gondwana sekarang tinggal sisa-sisanya saja, karena bagian lain sudah tenggelam di bawah permukaan laut.

Teori Pengapungan Benua (Continental Drift)
  • Oleh : Alfred Lothat Wegene.
  • Alfred Lothar Wegener seorang ahli klimatologi dan geofisika menerbitkan buku yang berjudul “ The Origin of Continent and Oceans”, (Cut Meurah, h.56) dalam buku tesebut ia mengajukan sebuah ide tentang “teori apung benua” sebagai dasar Teori Tektonik Lempeng.
  • Benua terdiri atas batuan sial (silikon aluminium) yang di atas dan sima (silikon magnasium) yang berada di bawahnya karena berat jenisnya lebih besar.
  • Pada zaman Karbon (± 345 juta tahun yang lalu), hanya ada satu benua yaitu Benua Pangea (Gondwana & Laurasia).
  • Gondwana meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India.
  • Laurasia meliputi Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
  • Seiring berjalannya waktu wilayah ini terus bergerak menuju kahtulistiwa dan ke bagian barat sehingga terbentuk benua-benua yang ada sekarang.
  • Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun.
  • Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
  • Bukti-bukti teori ini, diantaranya adalah adanya kesesuaian antara daratan Amerika Selatan dan Afrika, baik dari segi paleoklimatik, fosil, maupun struktur batuan yang menunjukkan bahwa kedua benua tersebut pernah menjadi satu.

Teori Lempeng Tektonik
  • Bagian luar bumi (Lithosfer) terdapat sekitar 20 segmen yang padat yang disebut lempeng.
  • Dari semua itu lempeng terbesar adalah Lempeng Pasifik yang menempati sebagian besar Samudera Pasifik.
  • Ada 7 lempeng-lempeng di permukaan Bumi yang dikategorikan lempeng besar/utama yaitu : Lempeng Afrika, Lempeng Amerika Utara, Lempeng Amerika Selatan, Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Antartika.
  • Disamping itu, terdapat lempeng yang kecil seperti Lempeng Filipina, Lempeng Arabia, Lempeng Nazca dan Lempeng Scotia.
  • Salah satu prinsip utama Teori Tektonik Lempeng bahwa setiap lempeng bergerak-gerak sebagai satu unit terhadap unit lain (Cut Meurah, h. 58). Ada dua tipe batas-batas lempeng yang masing-masing dibedakan dari jenis pergerakannya, yaitu :
   1) Zone Divergen (zona konstruktif), yaitu lempeng-lempeng bergerak saling menjauh yang menyebabkan naiknya material dari mantel bumi & membentuk lantai samudera yang luas.
    2)  Konvergen, yaitu lempeng-lempeng bergerak saling mendekati yang menyebabkan salah satu dari lempeng tersebut masuk ke dalam mantel bumi dan berada di bawah lempeng lainnya.


 http://jc-aifhaaa.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar