Kamis, 13 Desember 2012

Cara Penularan dan Pencegahan Virus



CARA PENULARAN DAN PENCEGAHAN VIRUS PADA MAKHLUK HIDUP
VIRUS PADA MANUSIA

1. Polio


Adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus.


Cara Penularan:


Polio menular melalui kontak antar manusia. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses (fekal-oral). Atau bisa juga melalui mulut dengan mulut (oral-oral).


Cara Pencegahan:

  • Menjaga lingkungan tetap bersih agar terhindar dari virus ini.
  • Melakukan vaksinasi polio bagi para balita

2. Herpes Simplex


Adalah virus DNA yang dapat menyebabkan infeksi akut pada kulit.

Cara Penularan:


Melalui kontak fisik dengan penderita, seperti: hubungan seksual, berciuman (bila herpes di mulut), maupun oral seks.


Cara Pencegahan:

  • Selalu menjaga higienis (kebersihan/kesehatan) organ genetalia (atau alat kelamin pria dan wanita secara teratur).
  • Setia kepada pasangannya, dengan tidak berganti-ganti pasangan.
  • Jangan lupa menggunakan kondom, bila pasangan kita sudah terinfeksi PMS (Penyakit Menular Seksual).
  • Mintalah jarum suntik baru tiap kali menerima pelayanan medis yang menggunakan jarum suntik.


3. Virus Ebola


Adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.


Cara Penularan:


Melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit.


Cara Pencegahan:

  • Menghindari bepergian ke daerah yang dilanda wabah ebola atau daerah yang memiliki riwayat wabah ebola.
  • Menghindari kontak dengan cairan tubuh pasien/orang yang terinfeksi ebola seperti darah, feses, air liur, cairan muntahan, air kencing, bahkan keringat.
  • Tidak berhubungan langsung (bersentuhan) dengan pasien ebola.
  • Bila terpaksa kontak langsung, harus menggunakan pelindung diri (proteksi diri) seperti kaca mata, masker, pakaian khusus, sepatu boot dan sarung tangan.


4. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)


Adalah penyakit sindrom pernapasan akut parah.


Cara Penularan:


Melalui udara, seperti bersin dan batuk dari penderita SARS ke orang yang ada di dekatnya.


Cara Pencegahan: 

  • Menjaga kekebalan tubuh agar tetap tinggi dan kuat, yaitu dengan makan makanan bergizi dan tidur yang cukup untuk mempertinggi sel imunitas.
  • Menjaga udara sekeliling bebas virus: Udara yang masuk ke dalam air conditioner (AC) terlebih dahulu dilewatkan ke sistem yang bertemperatur tinggi (300oC) agar semua virus dan bakteri menjadi mati, baru dialirkan ke AC, sehingga diperoleh udara yang sesuai dengan temperatur yang diinginkan.
  • Memakai masker di dekat orang yang terkena SARS, sebisa mungkin menjauhinya. Masker yang efektif adalah masker yang berpori-pori lebih kecil dari 100 nm.
5. Flu Singapura (oleh Enterovirus 71)


Adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus RNA yang masuk dalam keluarga Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ) dan Genus Enterovirus (non Polio).


Cara Penularan: 

  • Melalui kontak langsung, seperti: doplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta.
  • Melalui kontak tidak langsung: dari barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu.
  • Melalui hewan: lalat dan kecoak.

Cara Pencegahan:

  • Orangtua sebaiknya mencuci tangan dengan bersih dan benar sebelum menyentuh bayi untuk menghindari bayi dari virus, dan mengajarkan cuci tangan yang benar kepada anaknya.
  • Mencuci tangan terutama setelah membersihkan hidung, menggunakan toilet, atau mengganti popok.
  • Membersihkan bagian tangan dan kaki terutama bagian yang sering menjadi sarang kuman.
6. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)


Adalah kumpulan kelainan tubuh yang disebabkan oleh kelemahan sistem kekebalan tubuh.


Cara Penularan:

  • Melalui hubungan seksual, dari penderita AIDS ke pasangannya.
  • Melalui transfusi darah.
  • Dari ibu penderita AIDS kepada anaknya yang masih dalam kandungan.

Cara Pencegahan:

  • Hindari sentuhan langsung terutama dengan darah, sperma, air liur, air seni, air mata, ataupun cairan lain dari tubuh penderita AIDS.
  • Wanita yang sedang hamil diharapkan menjauhkan diri dari penderita AIDS, karena berbahaya bagi dirinya dan bayinya.
  • Hindari pemakaian alat, pakaian, dan benda-benda lain yang digunakan oleh orang yang menderita AIDS atau yang berisiko tinggi terhadap virus AIDS.
7. Demam Berdarah


Adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.


Cara Penularan:

  • Melalui virus yang mendapat virus dengue sewaktu digigit/menghisap darah orang yang sakit DBD, atau melalui orang yang tidak sakit DBD tapi dalam darahnya terdapat virus Dengue (karena orang ini memiliki kekebalan terhadap virus Dengue.)
  • Melalui orang yang mengandung virus Dengue tapi tidak sakit, dapat pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes aegypty.
  • Virus dengue yang terhisap akan berkembangbiak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjar liurnya. nyamuk tersebut menggigit/menghisap darah orang lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.

Cara Pencegahan:

  • Menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah.
  • Menguras bak mandi setiap seminggu sekali.
  • Mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk.
  • Menutup wadah yang dapat menampung air.
  • Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup.
  • Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air.
  • Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi.
8. Campak


Adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit


Cara Penularan:


Melalui saluran hidung. Virus campak yang berasal dari cairan hidung dan  tenggorokan yang keluar dari penderita pada saat bersin, bantuk, dan  bernapas.


Cara Pencegahan:

  • Penyakit campak dapat dicegah dengan imunisasi.
  • Hindari penderita, karena campak dapat ditularkan melalui saluran  pernapasan. Virus campak yang berasal dari cairan hidung dan  tenggorokan yang keluar dari penderita pada saat bersin, bantuk, dan  bernapas.
9. Cacar Air


Adalah suatu infeksi virus menular, yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.


Cara Penularan:

  • Sentuhan
  • Droplet : bila penderita cacar air batuk/pilek/bicara ia mengeluarkan semacam liur tapi dalam ukuran super kecil. Droplet masuk ke tubuh orang sehat & tinggal selama 7 - 10 hari.
  • Bila selama periode itu, ia tetap sehat, virus tidak berkembang, atau berkembang tp dengan pertumbuhan tertekan, sehingga pada beberapa orang, ia tidak merasa pernah kena cacar air padahal dia sebenarnya sudah kena tapi nggak pernah muncul ke kulit.
  • Bila selama periode itu, si sehat jadi lemah, virus menyebar dan muncul ke permukaan & jadilah cacar air.

Cara Pencegahan:

  • Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan. Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.
  • Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.
10. Gondong


Adalah penyakit menular, disebabkan oleh virus  (Myxovirus parotitidis), berlangsung cepat (akut) yang ditandai dengan pembesaran kelenjar ludah, terutama kelenjar di bawah telinga (parotis).


Cara Penularan:

  • Kontak langsung
  • Percikan ludah (droplet)
  • Muntahan
  • Air seni (kencing)

Cara Pencegahan:


Pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi MMR (Mumps, Morbili, Rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan. Imunisasi MMR tidak menimbulkan panas dan efek lainnya. Imunisasi dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong.



VIRUS PADA HEWAN


NCD (Newcastle Disease)


Adalah penyakit yang disebabkan oleh Newcastle Disease Virus dari golongan Paramyxovirus. Virus ini biasanya berbentuk bola, meski tidak selalu (pleomorf) dengan diameter 100 – 300 nm.


Cara Penularan:

  • Melalui kontak langsung dari ayam sakit ke ayam lainnya.
  • Melalui kontak tidak langsung, melalui bahan, pekerja, atau alat yang tercemar virus tersebut.
  • Virus NCD yang bereplikasi di saluran pencernaan akan menyebabkan adanya feses yang tercemar oleh virus tersebut. Dalam hal ini, penularan virus NCD dapat terjadi melalui oral akhibat ingesti feses yang mengandung virus tersebut ataupun secara tidak langsung melalui pakan atau minuman yang tercemar atau per inhalasi akhibat menghirup partikel feses yang telah mengering.

Cara Pencegahan:

  • Vaksinasi yang teratur sesuai dengan program yang dianjurkan yaitu:

1)   Umur ayam antara Umur ayam antara 4-7 hari, vaksinasi dengan vaksin aktif melalui tetes mata yaitu cukup tetes pada mata kiri atau kanan juga dilakukan vaksinasi inaktif yang disuntikan pada kulit leher dengan menggunakan Spuit atau spet dengan dosis 0,2-0,25 CC pada waktu yang sama.

2)   Umur ayam antara 18 hari - 21 hari dilakukan vaksinasi (revaksinasi) dengan vaksin aktif galur lasota / Clone melalui tetes mata atau air minum.

3)   Setelah vaksinasi kedua, vaksinasi selanjutnya dapat dilakukan pada umur ayam tiga bulan atau empat bulan atau setiap akan memasuki bulan peralihan.

  • Memelihara ayam dalam kandang terbatas serta menjaga kebersihan ayam, jangan memasukkan ayam luar sebelum dikarantina atau divaksin dan dipastikan tidak membawa penyakit.
Rabies


Adalah suatu penyakit hewan menular akut yang disebabkan oleh virus neurotropik dari ss RNA virus; genus Lyssavirus; famili Rhabdoviridae.


Cara Penularan:


Melalui air liur yang mengandung virus rabies.


Cara Pencegahan:

  • Memelihara anjing dan hewan lainnya dengan baik dan benar. Jika tidak dipelihara dengan baik dapat diserahkan ke Dinas Peternakan atau para pecinta hewan.
  • Mendaftarkan anjing ke Kantor Kelurahan/Desa atau Petugas Dinas Peternakan setempat.
  • Pada hewan virus rabies dapat ditangkal dengan vaksinasi secara rutin 1-2 kali setahun tergantung vaksin yang digunakan, ke Dinas Peternakan, Pos Kesehatan Hewan atau Dokter Hewan Praktek.
  • Semua anjing/kucing yang potensial terkena, divaksin setelah umur 12 minggu, lau 12 bulan setelahnya, dilanjutkan dengan tiap 3 tahun dengan vaksin untuk 3 tahun, untuk kucing harus vaksin inaktif.
  • Penangkapan/eliminasi anjing, kucing, dan hewan lain yang berkeliaran di tempat umum dan dianggap membahayakan manusia.
  • Pengamanan dan pelaporan terhadap kasus gigitan anjing, kucing, dan hewan yang dicurigai menderita rabies.
  • Penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit rabies.
  • Menempatkan hewan didalam kandang, memperhatikan serta menjaga kebersihan dan kesehatan hewan.
  • Setiap hewan yang beresiko rabies harus diikat/dikandangkan dan tidak membiarkan anjing bebas berkeliaran.
  • Menggunakan rantai pada leher anjing dengan panjang tidak lebih dari 2 meter bila tdak dikandang atau saat diajak keluar halaman rumah.
  • Tidak menyentuh atau memberi makan hewan yang ditemui di jalan
  • Daerah yang sudah bebas rabies, haeus mencegah masuknya anjing, kucing atau hewan sejenisnya dari daerah yang tertular rabies.
  • Pada area terkontaminasi dilakukan desinfeksi menggunakan 1:32 larutan (4 ounces per gallon) dari pemutih pakaian untuk menginaktifkan virus dengan cepat.
Papillomatosis (Kutil pada Sapi)


Adalah penyakit kulit (Warts) pada sapi yang disebabkan oleh virus yang dikenal dengan Bovine Papillomavirus (BPV).


Cara Penularan:

  • Kontak langsung.
  • Gigitan lalat (serangga).
  • Menular dari puting ke puting atau dari sapi ke sapi melewati tangan pemerah atau melalui mesin perah.

Cara Pencegahan:

  • Hindari pemerahan yang mengakibatkan trauma pada puting yang sakit juga bisa mengendalikan penyebaran penyakit ini.
  • Menjaga kebersihan selama proses pemerahan.
  • Pemerah yang menggunakan sarung tangan dan desinfektan celup putting yang baik dari golongan Chlorhexidine bisa digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.

VIRUS PADA TUMBUHAN


CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)


Adalah penyakit yang menyebabkan daun berwarna kuning.


Cara Penularan:


Penularan penyakit CVPD dilakukan oleh serangga vektor Diaphorina citri dari satu tanaman ke tanaman lain setelah melalui:

1)   Periode makan akuisisi yaitu waktu yang diperlukan vektor untuk makan pada tanaman sakit sampai mendapatkan patogen,

2)   Periode makan inokulasi yaitu waktu yang diperlukan vektor untuk makan pada tanaman sehat sampai dapat menularkan patogen dan,

3)   Periode retensi yaitu selang waktu vektor masih dapat menularkan patogen. Selanjutnya ditambahkan ketepatan vektor menusukkan stiletnya pada bagian tanaman sakit dan proporsi vektor yang infektif mempengaruhi laju penularan penyakit cvpd.


Cara Pencegahan:

  • Melarang peredaran bibit yang tidak jelas asal usulnya.
  • Melarang memasukkan bibit jeruk dari daerah serangan endemis ke daerah lain.
  • Membersihkan dan sanitasi kebun terhadap inang lain dan membongkar tanaman yang sakit serta memusnahkannya.
  • Menggunakan insektisida untuk mengendalikan vektornya.
Mosaik pada Tembakau


Adalah virus yang menyebabkan penyakit pada tembakau dan tumbuhan anggota suku terung-terungan (Solanaceae) lain.


Cara Penularan:


Melalui tangan pekerja yang telah terkontaminasi oleh cairan tembakau yang telah terkena penyakit Mosaik.


Cara Pencegahan:

  • Tidak merokok sambil menangani tanaman, karena cerutu, rokok, dan tembakau pipa bisa terinfeksi virus Mosaik tembakau.
  • Melakukan sanitasi dan memotong tanaman yang terinfeksi agar tidak menyebar.
  • Mensterilkan alat dan bahan yang digunakan untuk memotong.
Penyakit Tungro


Adalah penyakit yang disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda yaitu virus bentuk batang Rice Tungro Bacilliform Virus dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus.


Cara Penularan:


Ditularkan melalui wereng hijau. Nephotettix virescens merupakan wereng hijau yang paling efisien sehingga perlu diwaspadai keberadaannya.


Cara Pencegahan:

  • Menanam varietas tahan, artinya mampu mempertahankan diri dari infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau.
  • Memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar luas.
  • Menggunakan insektisida sistemik butiran (carbofuran).
  • Tidak membuat persemaian di sekitar lampu untuk menghindari berkumpulnya wereng hijau di persemaian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar